Strategi Jitu Menjawab Pertanyaan Ekspektasi Gaji Saat Interview


Menjawab pertanyaan mengenai ekspektasi gaji seringkali menjadi momen paling menegangkan dalam sebuah wawancara kerja. Jika menyebut angka terlalu tinggi, Anda khawatir akan tereliminasi dari persaingan. Namun, jika menyebut angka terlalu rendah, Anda berisiko merasa tidak dihargai setelah mulai bekerja nantinya.

Kuncinya bukan hanya pada angka yang Anda sebutkan, melainkan pada riset, kepercayaan diri, dan teknik negosiasi. Artikel ini akan membedah langkah-langkah strategis agar Anda bisa memberikan jawaban yang profesional dan menguntungkan kedua belah pihak.

1. Lakukan Riset Pasar yang Mendalam
Sebelum melangkah ke ruang wawancara, Anda wajib mengetahui "harga" posisi tersebut di pasar tenaga kerja. Jangan mengandalkan asumsi atau hanya membandingkan dengan gaji Anda saat ini. Gunakan platform seperti GlassdoorLinkedIn Salary, atau laporan gaji tahunan dari firma rekrutmen ternama.

Pertimbangkan faktor-faktor berikut saat melakukan riset:
  • Lokasi Geografis: Gaji di Jakarta tentu berbeda dengan gaji di daerah lain karena perbedaan biaya hidup.
  • Level Pengalaman: Pastikan Anda membandingkan posisi yang sesuai dengan durasi pengalaman dan keahlian spesifik Anda.
  • Skala Perusahaan: Perusahaan startup, UMKM, dan korporasi multinasional memiliki struktur penggajian yang berbeda.

2. Berikan Rentang Gaji, Bukan Angka Pasti
Memberikan angka tunggal yang kaku seringkali menutup ruang negosiasi. Strategi terbaik adalah memberikan rentang gaji (salary range). Dengan memberikan rentang, Anda menunjukkan fleksibilitas namun tetap memiliki batas bawah yang jelas.

Misalnya, jika Anda mengharapkan gaji Rp10.000.000, Anda bisa menyebutkan rentang antara Rp10.000.000 hingga Rp12.000.000. Pastikan batas bawah yang Anda sebutkan adalah angka yang benar-benar Anda terima dengan senang hati, bukan angka minimal yang membuat Anda merasa kekurangan.

3. Fokus pada Nilai Tambah (Value-Based)
Saat menyebutkan angka, jangan biarkan angka itu berdiri sendiri tanpa konteks. Hubungkan ekspektasi gaji Anda dengan nilai yang akan Anda bawa ke perusahaan. Sampaikan bahwa angka tersebut didasarkan pada pengalaman, sertifikasi, dan rekam jejak keberhasilan Anda di perusahaan sebelumnya.

Kalimat yang bisa Anda gunakan: "Berdasarkan pengalaman saya selama lima tahun di bidang pemasaran digital dan keberhasilan saya meningkatkan konversi sebesar 20%, saya mengharapkan kompensasi di rentang..."

4. Gunakan Teknik Menunda Jawaban (Jika Memungkinkan)
Jika pertanyaan gaji muncul terlalu dini—misalnya di awal wawancara sebelum Anda memahami detail tanggung jawab pekerjaan—Anda berhak untuk menunda jawaban secara sopan. Hal ini penting agar Anda tidak memberikan harga yang salah sebelum mengetahui beban kerja yang sebenarnya.

Anda bisa menjawab: "Saat ini saya lebih fokus untuk memahami tanggung jawab posisi ini dan bagaimana saya bisa berkontribusi. Namun, jika kualifikasi saya sesuai, saya yakin kita bisa mendiskusikan angka yang adil bagi kedua belah pihak."

Ingatlah bahwa gaji pokok hanyalah satu bagian dari "kue" kompensasi. Saat perusahaan memberikan penawaran di bawah ekspektasi gaji pokok Anda, jangan langsung menolak. Tanyakan mengenai benefit lainnya yang mungkin ditawarkan, seperti:
  • Bonus tahunan atau bonus performa.
  • Tunjangan kesehatan (asuransi swasta/BPJS).
  • Subsidi transportasi atau uang makan.
  • Work-from-home allowance atau fleksibilitas waktu kerja.
  • Kesempatan pelatihan dan sertifikasi yang dibayari perusahaan.
Kadang kala, gaji pokok yang sedikit lebih rendah bisa tertutupi oleh benefit lain yang sangat menguntungkan secara jangka panjang.

6. Tetap Profesional dan Percaya Diri
Bahasa tubuh dan nada suara Anda saat membicarakan uang sangatlah penting. Jika Anda terlihat ragu atau malu-malu, rekruter mungkin akan mencoba menekan angka tersebut lebih rendah lagi. Berbicaralah dengan nada yang tenang, tatap mata pewawancara, dan sampaikan argumen Anda secara logis.

Hindari alasan yang bersifat pribadi, seperti "Saya butuh gaji sekian karena cicilan rumah saya besar." Perusahaan membayar Anda berdasarkan nilai profesional Anda bagi mereka, bukan berdasarkan beban finansial pribadi Anda.

7. Siapkan Jawaban Cadangan
Ada kalanya rekruter akan mendesak Anda dengan pertanyaan, "Berapa gaji terakhir Anda?" atau "Apakah angka ini masih bisa dinegosiasikan?" Siapkan jawaban yang diplomatis. Jika gaji terakhir Anda rendah namun tanggung jawab baru ini jauh lebih besar, jelaskan bahwa Anda mengharapkan penyesuaian yang sesuai dengan tanggung jawab baru tersebut, bukan sekadar kenaikan persentase dari gaji lama.

Menghadapi pertanyaan ekspektasi gaji adalah tentang menyeimbangkan antara realitas pasar dan harga diri profesional Anda. Dengan riset yang kuat dan cara penyampaian yang elegan, Anda tidak hanya akan mendapatkan gaji yang diinginkan, tetapi juga rasa hormat dari calon pemberi kerja.

--- MauKerja.org ---